Tips Menjadi Guru Privat SD, SMP, SMA

Sebagai guru privat SD, SMP, SMA kamu tentu perlu kemampuan yang tidak biasa. Setiap jenjang membutuhkan keahlian masing-masing. Mengajar anak SD tentu berbeda dengan mengajar remaja usia SMP begitu juga dengan usia SMA. Setiap dari mereka mempunyai kemudahan, dan kerumitan masing-masing. Itulah sebabnya guru privat SD, SMP, SMA harus memiliki kemampuan menghandle ketiga jenjang itu.

tip-menjadi-guru-privat-sd-smp-sma

Setiap guru privat punya peluang yang sama untuk mengajar anak didik jenjang manapun, tergantung bagaimana peraturan di tempat lembaga si guru bernaung. Kalau kebetulan kamu mendapatkan anak didik usia SD artinya kamu harus berpikir cara belajar apa yang akan kamu gunakan untuk mengajarnya. Begitu pun juga ketika kamu mendapat anak didik usia SMP dan SMA.

Karena itu sebelum kamu memulai mengajar anak didikmu baik itu SD, SMP, maupun SMA ada baiknya kamu membuat berbagai persiapan, yaitu:

1. Membaca dan Mempelajari Psikologi Anak dan Remaja.

Dengan mengetahui kondisi psikologi anak didiknya, seorang guru akan mudah membujuk anak didiknya untuk terus berusaha, berjuang, dan belajar bersama. Psikologi anak-anak dan remaja memiliki banyak persamaan dan ada juga perbedaanya.

Karena itu, mempelajari psikologi anak dan remaja akan sangat membantu kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar privat serta kegiatan lain yang berhubungan dengan anak dan remaja. Kamu juga akan lebih mudah mengerti alasan-alasan kenapa mereka sedang turun semangat atau bahkan mogok belajar, sebelum mereka menceritakan permasalahan yang mereka sedang hadapi.

2. Mempersiapkan Materi Mengajar untuk Jangka Waktu Tertentu

Seorang guru yang baik harus membuat persiapan yang semaksimal mungkin sebelum mengajar baik itu sebagai guru sekolah maupun guru privat. Guru privat harus membuat sendiri perencanaan materi apa saja yang akan diajarkan dan akan selesai dalam waktu berapa pertemuan. Seorang guru privat juga harus memiliki silabus sendiri untuk mempermudah dalam memilih materi yang akan disampaikan.

3. Menyiapkan Alat Peraga

Guru privat juga perlu memberi variasi mengajar yang tidak harus melulu pemecahan soal-soal ujian. Ia juga sebaiknya punya satu atau dua pertemuan dalam sebulan yang menggunakan alat peraga. Penggunaan alat peraga akan memperjelas pemahaman anak tentang yang belum benar-benar mereka pahami sebelumnya.

Misalnya, sedang ada mata pelajaran tentang bencana alam. Akan seru kalau sekali-kali kamu ajak anak didikmu itu melakukan percobaan sederhana. Membuat tiruan gunung meletus dari peralatan sederhana yang ada di rumah anak.

4. Menyiapkan Alternatif Belajar

Anak-anak maupun remaja usia sekolah selalu mudah belajar. Mereka cuma mampu mendengar materi penjelasan dari gurunya paling lama kurang lebih lima belas menit. Setelah itu mereka sudah tidak fokus, bahkan ada yang mulai yang mengantuk. Siapkan film-film seru atau game menarik yang mendidik sebagai pengganti kegiatan belajar yang biasa dilakukan.

5. Menyiapkan Bahan Evaluasi

Salah satu tugas guru yang juga penting adalah evaluasi. Setiap minggu, bulan, dan tahun anak didikmu harus dievaluasi. Lihat bagaimana kemajuannya dibanding sebelum belajar privat denganmu. Lebih baik, lebih buruk, atau stagnan. Buat indikator-indikator tertentu sebagai pengukur keberhasilan belajar kalian bersama selama ini.

Intinya bagian terpenting dari seorang guru adalah pada persiapan dan pada pengalaman mengajar. Guru harus mengajar lebih intens untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Selain itu guru juga harus banyak belajar. Terlebih guru privat SD, SMP, SMA yang memiliki tanggung jawab lebih besar. Karena itu, tugas guru privat SD, SMP, SMA tidaklah semudah perkiraan kebanyakan orang.