Tips Agar Anak Patuh Pada Nasehat Orang Tua

Setap orang tua akan merasa senang jika anaknya mematuhinya. Tapi kebanyakan orang tua tidak memahami cara agar anak patuh pada nasehat orang tuanya. Bahkan, kadang si anak justru pandai berkelit sampai orang tua kehabisan kata-kata dan memilih untuk membiarkan ananknya. Sebenarnya membuat anak agar anak patuh kepada orang tua tidaklah sulit, asalkan orang tua tahu apa saja langkah-langkahnya.

Anak adalah jiwa yang selalu ingin senang. Dunianya adalah dunia bermain. Anak-anak memang egois, mereka akan mementingkan kesukaannya, kemauannya, apa yang membuatnya tertraik, dan hal-hal lain yang semuanya untuk dia. Hal itu wajar karena memang naturalnya anak-anak begitu. itulah sebabnya anak-anak suka berebut mainan atau berebut apa saja.

Lalu bagaimana caranya supaya anak patuh kepada nasehat orang tuanya?

Berbicara Ketika Dia Sedang Senang

Menurut para ahli syaraf, anak-anak hanya akan mendengarkan nasehat atau kata-kata dari orang lain kalau dia sedang dalam keadaan senang. Dalam keadaan sedih atau marah mereka tidak bisa menyerap informasi apapun. Otak anak-anak hanya akan bekerja ketika mereka dalam keadaan senang. Jiwa yang senang akan membuat koneksi diotaknya berjalan dengan sempurna. Nah, kalau orang tua ingin berbicara dengan anak maka sampaikanlah ketika anak sedang dalam keadaan senang dan nyaman.

Hindari Memaksa

Paksaan tidak akan membuat mereka patuh. Mereka justru akan membangun benteng didalam otaknya. Sinyal yang mereka tangkap adalah sinyal ancaman atau bahaya. Karena itulah mereka akan membangun perlindungan didalam otak mereka. Disini justru mereka tidak akan mau melakukan perintah orang yang memaksanya. Karena mereka sudah menerjemahkannya kedalam sinyal bahaya atau ancamanyang harus ditolak.
Berikan Hadiah

Apresiasilah anak ketika dia melakukan hal yang baik dan hal yang benar. Kadang anak ingin melakukan hal baik tapi dalam prakteknya mereka melakukan kesalahan. Misalnya, mereka ingin membantu menyapu lantai tapi justru yang terjadi adalah sampahnya semakin berserakan. Jangan memarahinya, kalau dimarahi maka anak tidak akan mau melakukannya lagi.

Berikan hadiah karena mereka sudah punya niat dan berusaha membantu. Meskipun hasilnya masih belum sesuai dengan yang seharusnya. Setidaknya mereka sudah mau berusaha. Berikan hadiah kalau mereka mau melakukan nasehat kita supaya mereka akan dengan senang hati melakukan semua nasehat kita kelak.
Beritahu Tentang Konsekuensinya

Terkadang anak tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya akan menyebabkan bahaya atau hal buruk bagi dirinya dan orang lain. Jangan tunggu sampai anak melakukan kesalahan. Beritahu mereka bahwa bermain api itu berbahaya untuk anak-anak, karena nanti bisa terbakar. Sebutkan saja contoh kebakaran yang pernah mereka lihat atau mereka tonton dari berita televisi.

Berikan Dia Waktu

Anak-anak perlu waktu untuk memahami apa yang baik dan buruk. Mereka tidak bisa melakukannya secara instan. Ketika mereka sudah benar-benar memahami sebuah bahaya yang timbul maka mereka akan menghindari hal-hal pemicu bahya itu dengan sendirinya. Tugas orang tua adalah terus memberi pengertian dengan berbagai cara agar mereka mengerti setiap akibat dari hal-hal yang mereka lakukan.

Anak-anak adalah jiwa yang lembut. Ketika mereka melakukan hal-hal yang cenderung kasar adalah karena lingkungan yang mengajarkannya. Disinilah nasehat rang tua diperlukan. Agar anak patuh pada nasehat, maka orang tua harus tahu saat yang tepat untuk bernasehat. Karena tidak bisa bernasehat kapan saja dan dimana saja. Setiap hal baik harus dilakukan dengan cara yang baik agar hasilnya baik bukan?

Related posts: