Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak

Anak-anak punya tingkat konsentrasi belajar yang berbeda. Hal itu juga dipengaruhi dengan gaya belajar anak itu sendiri. Ada anak yang bisa berkonsentrai penuh saat mendengarkan gurunya, tapi dia tidak berkonsentrasi saat membaca. Sebaliknya, ada anak yang bisa membaca berjam-jam tapi akan merasa tidak nyaman kalau ada yang gaduh disekitarnya.

Konsentrasi anak bisa ditingkatkan dengan beberapa metode. Nah, ini tergantung dari pemahaman si guru terhadap karakter si anak. Mood belajar ini juga dipengaruhi oleh kegiatan anak sebelumya. Jika dari awal sudah bad mood maka, akan sulit bisa membuatnya berkonsentrasi penuh saat belajar. Ada beberapa hal yang bisa diakukan oleh para guru untuk membantu anak didiknya meningkatkan konsentrasi belajar, diantaranya;

1. Pahami gaya belajar anak

Untuk bisa meningkatkan konsentrasi belajar anak, seorang guru harus terlebih dahulu tahu gaya beajar apa yang digunakan oleh si anak. Misanya, gaya belajar anak visual maka guru harus banyak mengajak anak untuk membaca dengan begini anak akan lebih berkonsentrasi dari pada guru memintanya untuk mendengarkan materi yang sedang dipelajari. Menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar anak akan bisa membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak lebih lama.

2. Buat suasana belajar yang menyenangkan

Tak bisa dipungkiri suasana belajar memang berpengaruh pada konsentrasi belajar anak. Anak tidak akan bisa berkonsentrasi jika belajar diruangan yang panas, pengap, apalagi bau. Ruangan harus bersih dan rapi. Selain itu juga usahakan agar ruang belajar anak dindingnya berwarna terang. Karena warna juga bisa memperngaruhi mood anak. Ruangan yang gelap cenderung membuat anak mudah lelah dan tidak semangat. Sedangkan warna-warna terang membuat anak lebih bersemangat untuk belajar.

3. Buat anak tertarik dulu

Membuat anak tertarik adalah langkah awal untuk bisa membuat anak lebih berkonsentrasi. Misalnya, saat waktu belajar tiba anak sedang marah karena dia menemukan hal yang tidak menyenangkan baginya. Untuk bisa membuatnya mau belajar, maka guru atau orang tua harus memperbaiki moodnya lebih dulu dengan memberikan hal-hal yang menarik perhatiannya. Kalau anak sudah mau belajar maka selanjtunya tinggal terus mengajaknya berinteraksi supaya dia tidak terus mengingat hal tidak menyenangkan yang dia alami sebelum belajar tadi.

4. Jangan terlalu lama pada satu kegiatan

Seorang guru perlu membuat rencana kegiatan belajar selama satu pertemuan belajar. tujuannya agar anak mendapatkan variasi kegiatan belajar. Umumnya manusia hanya bisa berkonsentrasi penuh selama kurang lebih 5 sampai 15 menit dalam satu kegiatan. Jika diawal guru memulai dengan menjelaskan materi maka paling lama 15 menit berikutnya guru harus mulai berpindah kegiatan. Misalnya muali mengerjakan soal, 15 menit berikutnya melakukan eksperimen, dan kegiatan variatif lain diwaktu-waktu berikutnya.

5. Berikan jeda waktu istirahat

Anak tidak akan belajar secara optimal kalau terus-menerus belajar. Mereka juga pasti akan merasa kelelahan. Istirahat disela-sela kegiatan akan membantu anak untuk memulihkan kembali konsentrasi belajarnya. Berikanlah jeda setelah melakukan dua atau tiga kegiatan belajar selama 10 sampai 15 menit.

Meningkatkan konsentrasi belajar anak harus datang dari dua arah, yaitu anak dan juga guru. Tidak bisa hanya dari pihak guru saja atau dari anak saja. Guru yang melakukan berbagai variasi sedangkan anak juga harus aktif bertanya dan menyampaikan pendapat. Latih anak untuk mau menyampaikan apa yang ada didalam pikirannya. Supaya guru tahu apa yang harus dilakukan ketika anak sedang tidak semangat belajar.

Related posts: