Belajar Manajemen Diri Ala Mahasiswa Jerman

Jerman sudah terkenal dengan kulaitas sumber daya manusia yang cerdas dan disiplin. Mereka sangat cermat dalam manajeman diri. Masih ingat dengan Prof. Bj habibie kan? Beliau adalah salah satu mantan presiden Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman. Bahkan dari Negara Kincir Angin itulah beliau belajar membuat pesawat terbang.

Mahasiswa Jerman memang punya perilaku yang patut ditiru dalam hal manajeman diri. Mereka memang sudah dibiasakan untuk mempunyai manajemen yang baik terutama dalam upaya meningkatkan produktifitas mereka. Teknik manajemen ala mahasiswa Jerman ini perlu kita ikuti, diantarnya;

1. Jangan Meremehkan Mr. Jam

Siapa itu Mr. Jam? Ini adalah julukan mahasiswa Jerman untuk para dosen. Karena semua Dosen di Jerman itu tepat waktu. Mereka benar-benar on time, bukan in time, apalagi late.Orang-orang Jerman selalu tepat waktu, meskipun untuk acara yang tidak formal seperti makan malam keluarga atau pesta.

2. Hidup Tak Berarti Tanpa Buku Kecil

Satu hal yang pasti akan kamu temukan didalam tas mahasiswa Jerman adalah buku kecil yang berisi jadwal mereka. Catatan tentang jam kuliah, bertemu dosen, observasi, bahkan ada juga catatan kapan mereka akan bertemu pasangannya dan kapan waktu pulang. Semua ada catatannya, baik itu per hari, minggu atau bulan. Jadi tidak ada jadwal yang saling berbenturan. Kita bisa mengadopsi model manajemen ini. Kalau sekarang lebih mudah, sudah ada smartphone yang selalu ada ditangan setiap hari.

3. Membuat Skala Prioritas

Mahasiswa Jerman akan menempatkan skala prioritas mereka, mereka menjalani aktifitasnya berdasarkan itu. Skala prioritas akan membuat mereka lebih fokus dalam melakukan semua kegiatan hariannya. Hal inilah yang membuat mereka tetap menjadi negara maju. Kebiasaan menentukan skala prioritas ini sudah turun temurun.
Teknisnya tidak begitu sulit sebenarnya;

Pertama, buatlah goal atau target yang kemungkinan besar bisa kita capai. Jangan pernah membuat target fantastis, tapi pada akhirnya gagal dan malah melemahkan semangat kita. Kedua, buat juga jadwal istirahat. Setelah melakukan tugas apapun, sisihkan waktu untuk istirahat. Istirahat itu penting untuk menjaga ketabilan tubuh. Percuma kamu membuat banyak agenda tapi kamu tidak melaksanakan satu pun dari semua jadwalmu karena tubuhmu drop.

4. Kordinasi Adalah Hal Paling Penting

Mahasiswa Jerman mendapatkan banyak tugas kelompok. Mereka bisa mengadakan rapat setiap kali akan melakukan sebuah tugas. Jadi kalau ada sepuluh tugas maka mereka pun akan melakukan sepuluh kali kordinasi. Bahkan bisa lebih jika terjadi masalah yang tidak terduga. Mereka sudah terbiasa dengan melakukan kooordinasi

sebelum melakukan tugas apapun meski itu hanya tugas yang tidak begitu rumit.
Satu kali kordinasi akan memakan waktu hingga lima menit. Bagi mereka setiap anggota kelompok harus berada dalam satu arahan dan mempunyai tujuan yang sama supaya terjadi persamaan persepsi. Supaya hasil yang dicapai nanti optimal dan tidak ada yang saling menyalahkan satu sama lain.

Bagaimana? Tertarik untuk mengikuti gaya manajemen diri ala mahasiswa Jerman? Sebenarnya tidak sulit mengaplikasikan apa yang mereka lakukan. Sebagian orang sukses didunia sudah melakukan hal seperti ini juga. Masalahnya ada pada satu penyakit yang obatnya hanya ada pada diri kita sendiri juga, yaitu malas. Kalau kita sudah membuang malas dari hidup kita, maka gaya menajemen diri ala mahasiswa Jerman, Bill Gate atau Mark Zuckerberg pun bisa kita lakukan.

Related posts: